Friday, April 20, 2012

Tanpamu

Seperti menggadai hati di seruang hampa
Tanpamu aku bukan apa-apa
Lelah membasuh sendu berbaur haru
Kujual habis semua rindu
Dalam rebah kuseduh senyap bersama lamun
Di bisu pilu cintaku tertegun
Aku ajarkan pada jiwaku agar kokoh sekeras batu
Aku ujarkan pada benakku agar  tak jadi awan kelabu
Tetap pada akhirnya aku muntahkan sesaknya dada
Tanpamu aku bukan apa-apa

Seperti menggelar sajadah di padang gersang
Tiba-tiba hati lelah ini terasa mulai terbuang
Dalam cemburu aku bergumam keterpurukan
Sedang kau tak hadir mengisi pelukan
Dalam gundah kusingkirkan lelap
Kenanganku berangsur jadi gelap
Aku paksakan pada jiwaku agar angkuh setegar karang
Aku ujarkan pada mimpiku cantikmu bukan sayapku terbang
Tetap pada dasarnya aku terdampar di ujung semesta rasa
Tanpamu aku bukan apa-apa

Seperti berburu jingga di rimba tak berpelangi
Menabur abu dengan harap bunga warna-warni
Abaikan letih setelah sudah lama berjuang
Lalu di ujung tak bertuan citaku hilang
Dalam elegi kulantunkan senandung kemalangan
Ayumu kubingkai terlalu anggun dalam ingatan
Aku sesalkan rapuh jatiku sebab tak mampu berdiri
Aku kecewa sebab kecupmu tak hinggap sapa nurani
Tetap pada hasratku di sini dan menunggu belahan jiwa
Tanpamu aku bukan apa-apa

Monday, April 16, 2012

Melepasmu Pergi

Melepasmu sama seperti menyimpan hati di peti
Gelap dalam takut meraba resah yang isi hari
Berbaur sesak limpahan gundah bertubi

Melihatmu pergi sama seperti mengikat batin sendiri
Tak bisa kugerakkan kata yang tertahan sepi
Lalu menghiba dalam senyap ingin kau lekas kembali

Aku adalah sosok yang takut rindu
Belum beranjak kau dari sisiku
Sudah terasa betapa beratnya malam-malam diusik pilu
Resah pada kehampaan yang aku tak ingin tahu

Mengihlaskanmu pergi adalah keinginanku
Walau wujud satria tak kunjung menghampiri jiwa kecilku
Aku selalu tak siap kehilanganmu

Kali ini atau lain waktu aku akan tetap seperti ini
Menghiba agar kau bertahan setiap saat di sini
Boleh kau marahi aku atau bahkan kau maki
Lalu ku setia berjanji membuka setiap pengertian di hati

Saat ini dan saat nanti aku akan tetap seperti ini
Menitikkan air mata jika kau tak menyapa hati
Biar saja meski aku bukan insan yang layak kau hargai
Akan kutemani kau,..sampai mati,..

Sunday, April 8, 2012

Teriknya Hari Ini

Teriknya hari ini membakar separuh hati
Terpanggang rinduku hingga kering sedari pagi
Bisakah kasih ini terbaca sederhana saja
Jadi aku tak perlu menunjukkan pada ayumu jika menderita

Lihatlah mendung di seberang harapku
Meminta seruang sendu pada selamu
Aku yang dibentuk dari sekian keterbatasan
Memujamu hai segala keindahan

Sungguh jika boleh datang memelukmu
Aku kan tersenyum memupuk haru
Tanpa berujar lagi betapa pedihnya hati
Karena kau ada di sisi,...

Lihatlah dan rasakan betapa teriknya
Gelisah mengguyur jiwa tanpa hentinya
Aku yang jatuh bersimpuh menghiba rindu
Di bawah amarahmu,......

Monday, April 2, 2012

Selamat Pagi Sayang,...

Bukan biasa aku menyapa
Kau yang membuatku berangsur sematkan kata
Hingga tiap pagi saat kulihat senyum mentari
Ku teringat padamu lagi dan lagi
Selamat pagi sayang
Hampirilah cerita hari ini dengan hati berdendang

Kau yang ajari aku bagaimana membuka hari
Dan menutup malam dengan harapan pada indahnya mimpi
Bukan biasa aku menyapa
Kau yang membuatku berangsur sematkan kata
Lalu bisa apa aku jika tiba saat kau tak ada
Menelan bahasa menjadi isak derita

Jangan,..jangan biarkan aku berhitung waktu
Meski kerap kau paksa aku menunggu
Benar takut aku pada kenyataan
Saat nanti aku kau tinggalkan
Bukan biasa aku menyapa
Kau yang membuatku berangsur sematkan kata

Selamat pagi sayang,..
Terhantar kasihku tak terikat waktu atau ruang
Bersama doa-doa deras genangi hati
Meminta bahagia untukmu tiba bertubi
Selamat pagi sayang,..
Terucap syukurku akan adamu dalam nyata dan bayang
Berbaur terimakasih pada tulusmu
Moga kau ingat,..aku masih milikmu

Terancam Cemburumu

Jika kau cemburu seperti itu aku kandas dihimpit malu
Seakan tak bisa memberi layak pada cinta untukmu
Dan di setiap kali aku menghadapi gerah amarahmu
Aku kembali jadi abu-abu,...
Cemburulah sewajarnya kasih seperti mendung menyapa pagi
Namun jangan biarkan aku terima deras hujan seharian lagi
Aku ini takut kehilangan
Dan padamu sudah kugantungkan ribuan harapan

Jika kau cemburu berkali-kali pasti sebab salahku
Bukan berarti aku tepikanmu dan membuang janjiku
Aku ini manusia yang kadang menggali lubang sesal sendiri
Kau boleh datang padaku, kubiarkan aku kau maki
Cemburulah seadanya seperti mentari mengisi fajar
Tapi jangan sirami aku dengan terik yang membakar
Aku ini enggan kehilangan
Dan padamu kutitipkan hati tuk kau pertahankan

Sunday, April 1, 2012

Maafkan Aku

Di pelataran UIN,....

Aku yang tak bisa selalu bersamamu
Aku yang tak mampu ada di saat kau perlu hadirku
Maka biarkan aku digempur sesal bermalam-malam
Maka biarkan hatiku jatuh dirundung kelam

Aku yang tak bisa berdiri menyongsong mimpimu
Aku yang tak berdaya atas apa yang kau puja
Maka biarkan aku ratapi sendu bermalam-malam
Maka biarkan hatiku jatuh dirundung kelam

Cintaku ini berbekal tulus dari segala yang aku ada
Walau tak mampu menuai bahagiamu karena keterbatasan yang ku punya
Laguku datar tak beriak-riak seperti indahnya tarian ombak
Hidupku biasa bahkan sering beruah isak
Dibuai hadirmu sungguh aku sejuta gembira
Diberkahi kasihmu sungguh aku tunduk memuja-muja
Tak kupungkiri jika harus luluh pada tangismu
Sebab kau bernilai di hatiku

Aku yang tak bersayap tuk terbang jemput cantikmu
Aku yang tak berlari hampiri kala gundahmu
Maka biarkan aku benturkan rindu bermalam-malam 
Maka biarkan hatiku jatuh dirundung kelam

Aku yang tak cukup warna tuk hias harimu
Aku yang terpaku memandangi kehampaanku
Maka biarkan aku mengucap maaf bermalam-malam
Cukup memelukmu aku bangkit menghapus kelam

Friday, March 30, 2012

Malam Lalu

Malam berjalan lembat tersendat seperti rinduku
Setelah menunggu kubenamkan diri tenggelam di pelukmu
Sayangmu seduh hangat pada senampan bahagia
Aku merasa jadi raja,….
Sebenarnya aku mau malam demi malam berakhir sama
Sisi lemahku berujar tanpamu aku tanpa daya
Dapatkah kau beri aku hati yang tak terbeban janji
Yang senantiasa datang merapat di sisi
Malam bergejolak sekeras debur hasrat di nadiku
Kubiarkan kau tahu aku milikmu
Jangan tunggu aku membawa segudang bukti
Sebab nyata telah penuh kau bawa hati
Tanyakan saja pada cermin di jiwa lelah kita
Apa lagi yang berharga, apa pula yang bermakna
Sebab pilu yang tercecer sepanjang jalan
Bukan alasan kau ku tinggalkan

Malam lalu membawa sendu bertahun lagi
Hingga kita sama lelah karena termaki
Cambuk hidup moga tak biar kita terhenti
Memberi kasih, meluap sayang, memeluk nurani
Bukan mimpi ku mau kau bertahan lama
Sebab cintaku tak ukur waktu tak lekang masa
Seenggan apa kita hadapi coba dan coba
Tetap di mata kaulah kilau permata
Mari membuat sejengkal rencana kecil
Tanpa memaksa kita berontak pada hati yang terkucil
Kau tak usah tawar ke mana cinta hendak kubawa
Atau berapa untaian kasih akan menjelma
Malam lalu hentakkan batin tuk memujamu
Jadikan segar tidak berlalu dari embun kala pagiku
Sempatkan dekatkan bibir lelahmu ke telingaku
Bisikkan kata selembut mega, kau cinta aku

Wednesday, March 28, 2012

Jika Kau Terjatuh


Sepenggal kisah Secangkir Jawa,…..

Jalan yang kita tempuh bisa saja cadas dan licin sayangku
Dan beban yang kau bawa mungkin kandaskan langkahmu
Jika kau jatuh itu biasa,..jika kau luka wajar adanya
Tidak selalu kita berdiri di atas menjadi raja
Tidak selamanya mimpi menjelma jadi tawa
Aku dengan tangan kecilku mau membantumu
Berbekal kasih sepenggal yang kuukir dari bisu
Gapailah tanganku tanpa banyak tutupi sakit
Aku ada agar kau segera bangkit

Dan belum tentu aku selalu di sisimu
Suatu waktu mungkin aku yang terjerembab berkalung pilu
Aku pasti meratap dalam resah panggil namamu
Meski sekedar peluk yang kutunggu

Dunia kita berbeda lekuk keraknya
Banyak sela di mana kadang kita tak berdaya
Di sanalah kita buat sepanggung istana kecil
Meski singgasananya buruk dan tirainya lusuh dekil
Kupegang tanganmu berbinar keyakinan
Mimpi kita menabur bintang dan keindahan
Aku ada untukmu dan kau ada di hatiku
Sepasang janji di megahnya selaksa biru

Monday, March 26, 2012

Aku, Dia dan Sejuta Sayang di Hatimu


Di teriknya Tiyasan,..

Tetaplah di dekatku selayak lilin di bilik gelap
Hangatkan pedih jiwaku hingga ku jatuh terlelap
Meski ada dia dan engkau di depanku, kini aku sendiri
Meregang remuk hati merasa terbuang lagi

Dia hujamkan kasihnya di ulu hatiku
Dia tancapkan cintanya tanpa bertanya tentang gundahku
Lalu aku bermandi sejuta sayang di telaga kasihmu
Terbuai biru menggenggang dua bunga di tanganku

Sedangkan musim hujan belum lagi berakhir
Kemarau sudah menyapa sesak membakar syair
Kini aku tersesat tak tahu ke mana pulang
Jalan setapak kecil di seberang kenangan berangsur hilang

Aku dan pintaku bukan tanpa alasan
Aku dan pintaku bukan tanpa keikhlasan dan pengertian
Apa kau dan dia akan membiarkanku dibunuh bisu
Lalu mati tanpa kasih menjadi debu

Sekejap mata kau pergi sekejap lagi kau di sisi
Sedangkan dia tlah bertahun hinggapi hati
Aku yang bodoh tak bisa bedakan bahasa cinta
Karena rasa tak kan terukur dalam indahnya

Dia tak kan pintaku memilih
Kau bisa pergi kapan saja bila kubuat sedih
Lalu aku bercanda dengan siapa ?
Atau harus kuketawai nasib kasihku yang merana,…

Sunday, March 25, 2012

Sepetak Lahan Kita


Tinggal sejengkal waktu tiba lahan kita menguning
Bau yang kurindu dari kerak tanah lempung yang mengering
Akan kembali kita tanami esok musim tiba menjelang
Bakti kita berpegang tangan bukti kasih tak pernah kurang
Lahan kita bukan petak sekali jadi
Sudah bertahun dicecar badai datang bertubi
Berapa bunga pun pepohonan coba kutanam
Berapa benih kau semai pula ditelan alam

Sekejap lagi kita memanen sepetak harap
Membumikan doa dari keringat dan mimpi saat lelap
Sedari itu aku berpegang janji padamu
Kujaga lahan berpegang teguh pada hatiku
Rampak bergoyang tanaman kita menari-nari
Disapu angin membelai lembut goda mentari
Usaha kita belum tentu semanis angan
Tapi denganmu jatuh pun aku dengan senyuman

Jangan salahkan siapa juga kala bencana
Belumlah tentu yang terlihat abadi indahnya
Layaknya lahan tua yang cuma sepetak saja
Tak pernah lagi kita mengukur berapa sempitnya
Bangunan kota mengepung lahan congkak berdiri
Semangat kita bukan terpuruk makin menjadi
Setelah panen berbalut lelah mari bersama
Nikmati senja membasuh peluh bicara cinta

Friday, March 23, 2012

Selamat Ulang Tahun Mama


Kita biasa makan sepinggan dan menerima semua rasa yang ada
Kita biasa meneguk air di bejana yang sama entah pahit getirnya
Dan seperti biasa pangkuanmu ada buat isakku
Dan seperti biasa pelukanmu ada buat ratapanku

Jalan kita memang berat dengan pagar berduri di setiap sisi
Hanya di ujung harapan tempat kita menggantungkan mimpi
Kau tak bertanya lagi kapan saat indahnya
Senyummu terukir meski di kaki kita telah digenangi air mata

Ma, selamat ulang tahun untukmu
Terujung doa hingga tahun-tahun nanti yang telah menunggu
Mari kita berbagi lagi cerita kita dan sama merenungi makna
Kita karang sendiri bahagia menurut apa yang kita bisa

Ma, selamat ulang tahun untukmu
Berbuah harap hingga kata tertumpah beribu
Mari kita renda lagi perca kenangan untuk senyuman
Datanglah padaku penuh sayang kuberikan pelukan

Tuesday, March 20, 2012

Surat buat Trisna


Nak, kita berlabuh di dermaga hati yang sama
Mengais cita di lembah separuh jiwa
Kuatkan hatimu sekokoh yang kau bisa
Topanglah payung yang memberimu teduh dari terik dunia

Nak, jangan lekas letih pada semesta
Tunjuk saja mana bintang yang kau puja
Biar terseok kuantar kau menjelangnya
Biar tersungkur kutemani kau dengan segenap daya

Berdendanglah di alam sukamu
Bermainlah dengan senyum terindahmu
Teriaklah sekuat-kuatnya jika bisa hadirkan lega
Rebahlah di pangkuanku saat kau rasa lelah

Nak, bagilah padaku apa-apa yang hadirkan sedih ataupun suka
Kita bahas cerita kita selayak embun biaskan sinar surya
Kau tahu betul kucinta binar matamu yang gembira
Kau tahu betul aku tersiksa jika kau kecewa

Bercengkeramalah pada bunga-bunga kecil di halaman kita
Tanyakan apa saja yang kau mau kau bisa
Aku tak inginkan kau jadi seperti yang kumau
Aku hadirkan sepasang sayap yang bantu menjemput mimpimu

Nak, aku di sini mungkin tak banyak berarti
Sebab kau dikelilingi kilau pijar pelangi
Berikan kesempatan sekedar berbagi hari
Menjadi teman membukukan keinginan di hati